{"id":2892,"date":"2025-07-10T07:32:24","date_gmt":"2025-07-10T00:32:24","guid":{"rendered":"https:\/\/rscitama.com\/?p=2892"},"modified":"2025-07-10T07:33:54","modified_gmt":"2025-07-10T00:33:54","slug":"cegah-influenza-di-musim-hujan-dengan-vitamin-c","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rscitama.com\/?p=2892","title":{"rendered":"CEGAH INFLUENZA DI MUSIM HUJAN DENGAN VITAMIN C"},"content":{"rendered":"\n<p>Peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, atau dikenal juga dengan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/musim-pancaroba-membawa-risiko-infeksi-virus\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">musim pancaroba<\/a>, umumnya ditandai dengan cuaca yang tidak menentu. Misalnya, panas terik di pagi hari, lalu hujan dengan angin kencang di sore hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi cuaca tersebut cenderung membuat suhu udara menjadi lebih lembap dan memungkinkan virus untuk berkembang lebih cepat dan lebih mudah menular. Selain itu, perubahan suhu yang cepat membuat tubuh kita perlu beradaptasi lebih keras, sehingga daya tahan tubuh pun bisa melemah dan kita jadi rentan terkena penyakit.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu penyakit yang identik dengan musim hujan dan pancaroba adalah influenza.&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/flu\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Influenza<\/a>&nbsp;merupakan penyakit infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan. Virus ini menyebar melalui udara dan kontak fisik, baik langsung maupun tidak langsung, dengan penderita flu.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/cara-mudah-terhindar-dari-serangan-flu-selama-musim-hujan\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">mencegah risiko penularan virus influenza<\/a>&nbsp;dan menjaga daya tahan tubuh tetap optimal selama&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/menangkal-penyakit-di-musim-hujan-dengan-nutrisi-pada-buah-jambu-biji\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">musim hujan<\/a>&nbsp;dan pancaroba, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mencukupi asupan vitamin C Anda setiap hari.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Manfaat dan Sumber Vitamin C Terbaik untuk Menangkal Influenza<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sistem kekebalan tubuh yang kuat dapat menangkal serangan berbagai&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/bahaya-penyakit-di-balik-banjir\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">penyakit di musim hujan<\/a>&nbsp;dan pancaroba. Salah satu cara untuk memperkuat daya tahan tubuh adalah mencukupi kebutuhan vitamin C setiap hari.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/vitamin-c\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Vitamin C<\/a>&nbsp;membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Jumlah asupan vitamin C yang dibutuhkan oleh orang dewasa adalah 75-90 mg setiap harinya. Vitamin ini banyak terdapat dalam sayur dan buah. Salah satu buah yang sangat kaya akan vitamin C adalah jambu biji.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"269\" height=\"178\" src=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2895\" style=\"width:421px;height:auto\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Ada banyak alasan mengapa&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/berbagai-manfaat-jambu-biji-bagi-kesehatan-tubuh\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">jambu biji<\/a>&nbsp;termasuk sumber vitamin C terbaik, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Memiliki rasa yang enak dan mudah diolah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jambu biji atau&nbsp;<em>guava<\/em>&nbsp;banyak digemari karena rasanya yang manis dan lezat. Selain dikonsumsi secara langsung, buah ini juga dapat diolah menjadi jus, salad buah, rujak, atau asinan buah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Mengandung lebih banyak vitamin C<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kandungan vitamin C pada jambu biji dua kali lipat lebih banyak daripada jeruk. Dalam satu buah jeruk ukuran sedang, hanya terkandung sekitar 50 mg vitamin C. Sedangkan dalam satu buah jambu biji, terkandung sekitar 225 mg vitamin C. Jumlah ini setara dengan 140% dari angka kebutuhan vitamin C harian.<\/p>\n\n\n\n<p>Inilah alasan mengapa jambu biji merupakan pilihan yang tepat untuk mencukupi kebutuhan vitamin C harian Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Mengandung banyak nutrisi lain yang penting bagi tubuh<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Selain vitamin C, jambu biji juga mengandung vitamin A, folat, serat, protein, dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/antioksidan-sebagai-senjata-melawan-radikal-bebas\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">antioksidan<\/a>&nbsp;likopen yang dapat membantu tubuh melawan virus penyebab penyakit.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain jambu biji dan jeruk, makanan yang juga merupakan&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/daftar-makanan-yang-mengandung-vitamin-c-tinggi\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">sumber vitamin C<\/a>&nbsp;adalah buah pepaya, mangga, stroberi, tomat, cabai, dan sayur-sayuran, termasuk bayam dan brokoli.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"316\" height=\"217\" src=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2896\" style=\"width:480px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-3.png 316w, https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-3-300x206.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 316px) 100vw, 316px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Cara Lain Mencegah Influenza di Musim Hujan dan Pancaroba<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Selain dengan mencukupi asupan vitamin C, untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menangkal serangan bakteri dan virus penyebab penyakit, ada beberapa cara lain yang bisa Anda lakukan, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Menjaga kebersihan diri<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Virus dan bakteri penyebab penyakit dapat masuk ke dalam tubuh melalui hidung, mulut, dan mata. Oleh karena itu, biasakan diri Anda untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, sehabis bersin atau batuk, serta setelah membuang sampah.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-4.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"332\" height=\"188\" src=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-4.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2897\" style=\"width:528px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-4.png 332w, https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-4-300x170.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 332px) 100vw, 332px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Cucilah tangan dengan benar, menggunakan air mengalir dan sabun. Jika tidak ada air, Anda bisa menggunakan&nbsp;<em>handsanitizer<\/em>&nbsp;untuk membersihkan tangan dari kuman.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Memakai masker<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kenakan masker penutup hidung dan mulut saat berada di tempat umum. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah Anda tertular flu dari orang lain, sekaligus mencegah penyebaran flu ke orang lain ketika Anda sedang sakit.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-5.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"309\" height=\"174\" src=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-5.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2898\" style=\"width:515px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-5.png 309w, https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-5-300x169.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 309px) 100vw, 309px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>3. Mengonsumsi makanan bergizi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sayur dan buah mengandung banyak antioksidan yang mampu memerangi radikal bebas penyebab melemahnya daya tahan tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain antioksidan, memenuhi kebutuhan protein dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/manfaat-omega-3-mitos-atau-fakta\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">omega-3<\/a>&nbsp;juga penting bagi daya tahan tubuh. Kurangnya asupan protein dan omega-3 dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah. Jadi, perbanyak juga konsumsi makanan yang mengandung kedua nutrisi ini, seperti telur, daging, ikan, dan kacang-kacangan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-6.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"310\" height=\"207\" src=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-6.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2899\" style=\"width:532px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-6.png 310w, https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-6-300x200.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 310px) 100vw, 310px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>4. Beristirahat dan tidur yang cukup<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Cukupi waktu istirahat Anda dengan tidur selama 7-8 jam sehari. Bila Anda kurang tidur, daya tahan tubuh Anda akan melemah. Hal ini bukan hanya menyebabkan Anda rentan terkena influenza di musim hujan dan pancaroba, tapi juga beragam penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-7.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"251\" height=\"167\" src=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-7.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2900\" style=\"width:511px;height:auto\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>5. Berolahraga secara rutin<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tak sedikit orang yang menjadi malas berolahraga saat musim hujan dan pancaroba. Padahal, rutin berolahraga dapat memperkuat daya tahan tubuh, sehingga tidak mudah sakit. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk berolahraga setiap hari atau setidaknya 3 kali dalam seminggu.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-8.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"269\" height=\"180\" src=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-8.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2901\" style=\"width:517px;height:auto\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Anda bisa&nbsp;<em>jogging<\/em>&nbsp;atau bersepeda ketika cuaca sedang cerah. Namun, ketika hujan, Anda bisa berolahraga di rumah, seperti&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/ini-rangkaian-latihan-kardio-yang-bisa-anda-lakukan-di-rumah\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">latihan kardio<\/a>, yoga, atau latihan kekuatan dengan mengangkat beban atau barbel.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesimpulannya, penting sekali menjaga Kesehatan saat musim pancaroba seperti ini. Dengan mengkonsumsi makan-makanan bergizi seimbang, dari contoh makanan diatas mudah kita dapatkan di <em>super market <\/em>ataupun di pasar tradisional. Dengan tidur yang cukup, pola makan seimbang, dan rajin berolahraga kita dapat memberikan dukungan optimal untuk Kesehatan bagi tubuh kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika terdapat masalah serius pada Kesehatan anda, dapat berkonsultasi secara langsung dengan Dokter Penyakit Dalam RS Citama menghadirkan Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk masyarakat dengan jadwal praktik berikut:<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-11.png\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/rscitama.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-11.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2904\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Pendaftaran Poliklinik via WhatsApp&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 0811-1455-161<\/p>\n\n\n\n<p>Customer Care&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 0812-8749-1826<\/p>\n\n\n\n<p>Telepon&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 021-8798-5555<\/p>\n\n\n\n<p>Media Sosial&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : rs.citama<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, atau dikenal juga dengan\u00a0musim pancaroba, umumnya ditandai dengan cuaca yang tidak menentu. Misalnya, panas terik di pagi hari, lalu hujan dengan angin kencang di sore hari. Kondisi cuaca tersebut cenderung membuat suhu udara menjadi lebih lembap dan memungkinkan virus untuk berkembang lebih cepat dan lebih mudah menular. Selain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2893,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2892","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rscitama.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rscitama.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rscitama.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rscitama.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rscitama.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2892"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rscitama.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2892\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2905,"href":"https:\/\/rscitama.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2892\/revisions\/2905"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rscitama.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rscitama.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rscitama.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rscitama.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}